Pengambilan darah ayam pengujian
Posted by Azzury Pramudiksa on Monday, February 25, 2013
Under: Ayam
Teknik Pengambilan Darah
PENGAMBILAN DARAH AYAM
Pengambilan
darah dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan serum yang cukup
jumlahnya dengan kualitas memadai dan memudahkan evaluasi terhadap suatu
penyakit
DOC
Pegang ayam
dengan hati-hati, jepit leher dengan jari
telunjuk dan jari tengah - Dengan kapas beralkohol, swab daerah sekitar leher sehingga vena jugularis terlihat jelas
- Tusuk vena jugularis dengan spuit 1 ml (jarum 26G x ½”)
- Tarik piston perlahan-lahan sampai darah keluar
- Jika volume darah sudah cukup ( + 0,5 - 1 ml ), cabut spuit perlahan dan tutup jarumnya
- Tarik piston sampai ke ujung spuit (3/4 bagian) untuk memberi ruang supaya serumnya keluar
- Beri label identitas ayam
Ayam Besar
Sayap
- Pegang ayam dengan hati-hati,
- Dengan kapas beralkohol, swab daerah sayap sehingga vena branchialis terlihat jelas
- Tusukan spuit 3 ml (jarum 23G x 1 1/4”) dibawah tendon pronator muskulus kemudian arahkan jarum ke vena branchialis lalu tusukan ke vena branchialisnya
- Tarik piston perlahan-lahan sehingga darah masuk ke spiut + 0,5 – 1 ml
- Jika volume darah sudah cukup, cabut spuit perlahan sambil ibu jari menekan vena branchialis dan tutup jarumnya
- Tarik piston sampai ke ujung spuit (3/4 bagian) untuk memberi ruang supaya serumnya keluar
- Beri label identitas ayam

Jantung
- Pegang ayam dengan hati-hati,
- Dengan kapas beralkohol swab daerah Thoracic Inlet (rongga dada)
- Tusukan spuit 3 ml (jarum 24G x 1”) ke rongga dada sehingga jarum mengenai jantung
- Tarik piston perlahan-lahan sehingga darah masuk ke spiut + 0,5 – 1 ml
- Jika volume darah sudah cukup cabut spuit perlahan dan tutup jarumnya
- Tarik piston sampai ke ujung spuit (3/4 bagian) untuk memberi ruang supaya serumnya keluar
- Letakkan spuit pada posisi mendatar atau sedikit miring dengan posisi jarum diatas dan biarkan 15 – 30 menit ( pada suhu ruang ) supaya darah membeku.
- Beri label identitas ayam
In : Ayam
